Just another WordPress.com site

dzikir adalah salah satu obat hati

Dalam keseharian semua orang membutuhkan katenangan batin, dan untuk mendapatkan ketenangan batin bukanlah hal yang mustahil. Allah SWT mengajarkan kepada kita langkah nyata

mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan berdzikir �ingatlah, dengan dzikir

mengingat Allah hati akan tentram� (QS. ar-Ra�d:28). Dengan selalu mengingat

Allah, hati akan tentram. Sebaliknya, ketika kita jarang ingat kepada Allah,

hati akan kering dan gersang.

 

 

Sejauhmana kita sungguh-sungguh ingin hidup dalam

ketentraman hati, maka akan sangat terlihat dari berapa banyak waktu yang kita

gunakan untuk mengingat Allah. Ada orang yang ingat Allah ketika shalat saja.

Itu artinya, ia akan selalu gelisah diluar shalat. Ada yang ingat Allah hanya

ketika ia mendapat ancaman saja. Bahkan, ada yang benar-benar tidak tahu siapa

itu Allah selama hidupnya. Orang yang tidak kenal Allah, sehebat apapun ia, dan

sebanyak apapun harta yang dimilikinya, serta setinggi apapun derajatnya dimata

manusia, sungguh ia akan selalu dicekam gelisah.

Sementara orang-orang yang mendalam pengenalannya terhadap Allah, hatinya

selalu tertambat hanya kepada-Nya. Apapun yang ia lihat, ia dengar dan ia

rasakan, selalu dikorelasikan dengan Dzat pencipta alam semesta ini. �Milik

Allah semata semua yang ada di langit dan di bumi.� (QS. al-Baqarah:284) Ketika

tengah merenungkan ciptaan Allah, ia menghayati benar makna ayat Al-Qur�an,

�Bertasbih menyucikan Allah semua apa yang ada di langit dan dibumi.�

(QS.ash-Shaff:1) Agar hati tenang dan hidup tentram, banyak-banyaklah berdzikir

disertai sabar dan syukur. Dua kantong ini, yaitu sabar dan syukur dapat

menghindarkan kita dari kebiasaan marah terhadap sesuatu yang mengecewakan

hati. Dan hal ini memerlukan latihan-latihan.

 

Latihan pertama adalah latihan mengenal diri sendiri. Kalau seseorang ingin

baik, ia terlebih dahulu harus mengetahui sesuatu yang ingin ia ubah menjadi

baik. Pengetahuannya bisa ia dapatkan dari perenungan dan jawaban dari orang

yang kita tanyai tentang diri kita.

 

Latihan kedua adalah upaya memperbaiki diri. Setelah kita tahu kondisi kita,

maka kita usahakan untuk meminimalisasi bahkan menghilangkan kekurangan yang

kita miliki. Bila perlu, kita tulis daftar semua keburukan yang kita miliki dan

rumuskan formula-formula untuk memperbaikinya.

 

Upaya yang kita lakukan ini harus diiringi dengan cara meningkatkan kualitas

membaca al-Qur�an dan dzikir, sebab itulah yang akan membantu kita untuk

berubah menjadi baik dimata manusia dan yang paling penting baik di hadapan

Allah. Setelah itu carilah lingkungan yang kondusif yang dapat membantu kita

untuk selalu istiqamah dalam usaha mendekatkan diri kepada Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s