Just another WordPress.com site

serpihan hati yang tertimpa sepi

Tak mudah hidup sendiri, saat hati disergap ribuan sepi

Tak mudah melewati malam, saat hasrat begitu sekarat

Tak mudah menjalani hari, saat cinta sejati tak jua ditemui…

tak mudah tuk melupakanya sehingga diriku terlena oleh suasana…

Aku mencoba bertahan dan melangkah dalam kesendirian

Mencoba meyakini, bahwa tak ada kesendirian yang sejati

Karena ada Penggenggam Hati yang senantiasa menyertai…

Tapi mungkin inilah fitrah seorang anak manusia

Hatinya terus merasa sepi,

terus mencari dan menanti hadirnya sang belahan hati

yang konon katanya sengaja dipisahkan

tapi untuk dicari dan ditemukan…

Dan kini, hasrat itu kian menggebu dalam kalbu…

Tapi coba kuredam derunya (meski itu bukanlah hal yang mudah),

untuk kucoba renungi dan kuhayati…

Bahwa cinta tak sekedar kata…

Bahwa cinta harus bermuara (berawal dan berakhir) hanya padaNya…

Dan kucoba meyakini… bahwa cinta itu akan hadir pada waktunya

Di saat yang tepat (yang ku tak tahu kapan itu…)

Dan meskipun tak mudah berjalan sendirian

Tapi kucoba terus melangkah…

Aku hanya perlu mencoba lebih bersahabat dengan sepi

Karena seperti kata seorang bijak yang pernah kudengar,

“Dalam sepi kita akan mengenal teman yang paling sejati; diri kita sendiri.”

Maka kucoba nikmati sepi dalam sendiriku

Karena sepi membuatku lebih dekat dengan diriku dan Tuhanku

Tapi tak kupungkiri, sepi adalah ujian bagi hati

Apalagi bagi hati yang masih sendiri sepertiku

Tapi inilah hidup, kita kan diuji sampai mati

Dan mati itulah akhir dari semua pengujian

Dan semoga aku lulus uji dalam sepi dan sendiri ini

Meskipun dalam prosesnya aku terlalu sering terjatuh

Tapi bukankah selalu berdiri dan terus melangkah lalu setiap kali kita jatuh adalah proses yang memajukan kita..?


Dan semoga di dalam sepi dan sendiri ini

aku akan terus mampu bertahan

Hingga pada saatnya nanti, akan ada seseorang yang selama ini kunanti

akan aku hampiri seraya menawarkannya sebuah perjalanan suci,

“Maukah kau berjalan menuju surga bersamaku…???

Dengan mantap dia anggukkan kepala,

lalu ia genggam jemariku untuk mengikutiku dan berjalan di sisiku

Bergandengan tangan kami susuri perjalanan panjang,

sambil mencoba melukis pelangi di langit kehidupan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s