Just another WordPress.com site

Etika Berdoa

1. Memuji Allah terlebih dahulu

Dengan tahmid, takbir, tasbih, membaca asmaul husna atai doa apa saja yang isinya memuji kebesaran dan kemulian Allah. Disunahkan pula membaca Shalawat sebelum berdoa:

كلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوْبٍ حَتَّى يُصَلىَّ عَلىَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم

“Setiap do’a akan terhalangi sampai orang tersebut membaca shalawat kepada Nabi.” (HR. Thabarani. Al-Albani menghasankan)

2. Taubat terlebih dahulu Akui semua kesalahan yang pernah kita lakukan, Anjuran ini berdasarkan cerita dalam Al-Qur’an tentang Nabi Yunus as:

“Bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat zalim.” (QS. Al-Anbiya: 90)

3. Rendahkan diri ketika berdoa Padukan hati, akal dan sikap ketika berdoa sambil penuh khusuk, Kerendahan diri bisa kita gambarkan ketika kita memelas meminta sesuatu dengan sangat, Dan hatipun sambil menjerit agar dikabulkan. Allah Swt berfirman:

“ dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: 90)

4. Hadirkan hati ketika berdoa Artinya ketika mulut berdoa, ikutkan hati sambil menyimak apa yang diutarakan mulut. Jangan sampai mulut dan hati tidak singkron. Hati terus dipaksa untuk menjerit dan memelas. Nabi Saw bersabda:

اُ دْعُوْا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِاْلإِجَابَةِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ لاَ يَسْتَجِيْبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَه “Berdo’alah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah!, sesungguhnya Allah tidak akan menerima satu do’a dari hati yang lalai lagi lengah.” (Hadist Sahih)

5. Jelas dan tegas ketika berdo’a Janganlah berdoa dengan main-main seperti anjuran Nabi Saw: “Janganlah seseorang mengatakan dalam do’anya: Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki, Ya Allah berikanlah rahmat kepadaku jika Engkau menghendaki, hendaklah dia teguh dalam berdo’a sebab perbuatan tersebut tidak dibenci.: (HR. Abu Daud, Hadist Sahih)

6. Berdo’alah di setiap kondisi Banyaklah berdoa ketika dalam keadaan nyaman dan bahagia:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيْبَ اللهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكَرْبِ فَلْيُكْثرِْ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ “Barangsiapa yang senang dikabulkan permohonannya pada saat kritis dan bahaya maka hendaklah dia memperbanyak do’a saat nyaman.”

7. Berdoalah dengan suara lembut Dan cukup di dengarkan sendiri bila berdoa sendiri.

“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al’Araf: 55)

8. Mengulangi do’a tiga kali Sebab Nabi Saw mengulangi do’anya tiga kali.(HR. Muslim)

9. Menghadap kiblat Seperti diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Rasulullah menghadap kiblat ketika berdoa. (HR. Bukhari)

10. Mencari waktu mustajab ketika berdoa Misalnya ketika sujud dalam sholat, di antara adzan dan iqamah, saat-saat terakhir pada hari jum’at, ketika sahur dll

11. Mengangkat tangan ketika berdo’a

Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Tuhanmu-Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bersifat malu dan mulia. Dia malu jika hambaNya mengangkat tangan saat berdo’a lalu menolaknya dengan tangan hampa dan kecewa”. (HR. Abu Daud, Al Albani mengatakan sanad nya Hasan)

12. Banyaklah berbakti kepada orang tua Bakti kepada orang tua merupakan salah satu sebab dikabulkannya do’a, sebagaimana diceritakan:

Dalam kisah Uwais Al-Qorni bahwa dia seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya. (HR. Muslim) Juga kisah Ashabul Kahfi yang tertahan dalam sebuah gua yang lubangnya tersumbat oleh sebuah batu besar. (HR. Bukhari)

13. Memperbanyak ibadah-ibadah sunnah Setelah mengerjakan shalat wajib adalah salah satu sebab dikabulkannya do’a. (HR. Bukhari)

14. Memperbanyak amal soleh Sebelum berdo’a atau sesudah berdoa, seperti sedekah, membantu kesulitan orang lain dll

15. Berwudhu sebelum berdo’a Sebagaimana dijelaskan di dalam hadits bahwa Nabi Saw setelah selesai perang Hunain: ” Beliau minta air lalu berwudhu, kemudian mengangkat kedua tangannya; dan aku melihat putih kulit ketiak beliau”. (Muttafaq’alaih).

16. Berdoa dengan maksud baik Seseorang yang berdo’a harus baik dan bermanfaat seperti, disebutkan di dalam kisah Nabi Musa as:

“Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku”. Dan mudahkanlah untukku urusanku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Tha ha: 25)

17. Ceritakan keluhan dan kebutuhan ketika berdoa Keluhan dan banyak butuh ini yang diceritakan Qur’an tentang doa para Nabi. Diantaranya keluhan Nabi Ya’qub:

“Ya’qub menjawab: Sesungguhnya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihan dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS. Yusuf: 86)

Begitu pula keluhan Nabi Ayyub:

“Dan ingatlah kissah Ayyub, ketika dia meyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang Penyayang.” (QS. Al-Anbiya: 83)

18. Berdo’alah untuk diri sendiri terlebih dahulu seperti

“Ya Tuhan kami ampunilah kami dan saudara-saudara seiman yang telah mendahului kami. (QS. Al:-Hasyr: 5)

Rasulullah Saw sendiri jika menyebut nama seseorang untuk didoakan, beliau memulainya untuk diri beliau sendiri (Hadist Sahih).

19. Berdo’alah pula untuk yang lain Seperti berdoa untuk orang tua, keluarga, teman, tetangga dan saudara seiman. Seperti firman Allah Swt:

“Dan mintalah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad: 19)

Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan maka Allah akan menulis baginya dengan setiap orang yang beriman tersebut kebaikan.” (Hadist Hasan)

20. Jangan bersajak, dan pergunakan kalimat jelas. Ibnu Abbas pernah berkata kepada Ikrimah: “Lihatlah sajak dari do`amu, lalu hindarilah ia, karena sesungguhnya aku memperhatikan Rasulullah Saw dan para shahabatnya tidak melakukan hal tersebut.”(HR. Bukhari)

21. Panggilah nama-nama Allah yang sesuai dengan kondisi si pendoa Misalnya: “ Ya Allah Yang Maha Pengasih kasihilah aku.”

22. Ucapkan amin bagi orang mendengarnya.

23. Memohon semuanya kepada Allah Baik masalah yang kecil sekalipun ataupun masalah yang berat dan besar:

“Mintalah kepada Allah segala sesuatu sampai megadakan tali sendal sesungguhnya Allah Swt sendainya tidak memudahkan suatu urusan niscaya dia tidak akan menjadi mudah”

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.